You & I – PROLOG

Cast : Ahn Sohee & Choi Seunghyun

Genre : Romance

Rating : G

Sejak kedatangannya aku tak banyak bicara, tak ada yang perlu dibicarakan – itu menurutku. Ia memang menyapaku, tapi aku tak menyukainya – seolah seperti kebohongan saja. Matanya kadang terlihat murung, ah… bukan murung. Ia sedih, tapi apa peduliku. Bagiku, tak ada hubungannya denganku – sama sekali.

Andai dunia ini bisa kuputar dan aku dapat memilih, aku tak suka situasi ini. Aku tak suka kenyataan yang sungguh menyakitkan, aku tak suka drama tapi entah hidup ini memang seperti drama.

“aku bisa membawamu, kita bisa pergi. Hanya Kau dan Aku?” kugenggam erat jemari itu, menunggu sebuah anggukan tapi ia hanya menangis. Ia terisak, dan aku membencinya

The Grey Eyed Man Part 7B End

Cast : Kwon Jiyong, Ahn Sohee, Park Sanghyun

 Support Cast : Sandara Park, Yang hyun Suk, So Ae

Genre : Romance, Fantasy, Life, Sad || Rating : PG – 15 || Lenght :Chaptered

Author : Dindonline || Disclimer : Drama, Movie, Komik yang pernah author tonton.

Previous Part : http://readfanfiction.wordpress.com/?s=the+grey+eyed+man

Apa yang akan dilakukan gadis ini? Kaki telanjangnya menjejak di halaman keluarga Park itu. Beberapa waktu lalu ia pernah ke sini, dengan berbagai pemikiran tentang sosok pemuda tangguh dengan tatapan tajam itu. Baca lebih lanjut

The Third Opportunity

Cast : Kwon Jiyong, Ahn Sohee

 Support Cast : Taeyang, Choi Seunghyun, Lee Junho, Sandara Park

Genre : Romance, Fantasy, Life, Sad || Rating : PG – 15 || Lenght :Oneshoot

Author : Dindonline || Disclimer :Operation proposal || Intro :maaf bila typo dimana – mana

                Lembaran kisah lajangnya mungkin akan berakhir, sebuah kisah baru yang seharusnya tersambut oleh senyum dan kebahagiaan dari wajahnya. Sejak matahari mulai menampak malu – malu ia nampak semakin kusut. Tubuhnya yang berbalut jas lengkap nampak terkulai di kasur miliknya yang sedikit berantakan. Tak nampak bahagia, ya… mungkin saja. Nafas pelan yang terdengar sedikit serak. Ia memosisikan tubuhnya telentang, memandang langit – langit kamarnya yang tentu saja sudah tak asing. Ada papan dart di sana. Sudah sangat usang,terabaikan ketika usia remajanya dulu beranjak. Benda yang selalu menemani kegalauannya – mungkin, membisu dan hanya melempari papan dart itu secara serantanan. Baca lebih lanjut