You & I – 1

Cast : Ahn Sohee & Choi Seunghyun

Genre : Romance

Rating : G

PROLOG

                Sohee tidak suka kopi, rasa pahitnya selalu tertinggal di rongga mulut seberapa pun banyaknya ia menambah gula. Seperti masa lalunya, pahitnya masih tertinggal di sisi – sisi memorinya meski ia berusaha untuk membuangnya. Gadis itu menghela nafas, membiarkan uap panas dan aroma itu memudar dari cangkir di depannya. Ia menunggu respon dari masa lalu yang entah ia tak mengenalnya. Gadis itu mencoba sabar, berlama – lama dengan aroma caffeine yang sangat kuat di sana.

“ehem” pria paruh baya di depannya berdehem sambil membenarkan letak duduknya. Mencoba menyingkirkan rasa terkejut yang nyatanya masih menguasainya.

“jadii…. Kau putriku?” nada suara yang cukup bisa ditangkap oleh Sohee. Terkejut dan tak percaya, ya… tentu saja. Sohee sudah bisa menduganya, sepanjang sepuluh tahun ia mengabaikan –untuk mencari ayahnya- ia selalu menduga – duga respon apa yang akan ayahnya berikan jika bertemu dengannya.

“aku tidak tahu” sahut Sohee “hanya saja sebelum ibuku meninggal ia mengatakan bahwa pria ini adalah ayahku” lanjut Sohee menyodorkan foto lusuh yang ia ambil dari tasnya.

“Sora meninggal?” Tanya pria beralis tebal itu tak percaya, ia menggenggam erat pinggiran meja. Tertunduk dan nampak terpukul.

“ibu… tersenyum, ia.. bahagia. Jadi anda tak perlu merasa bersalah” ujar Sohee dengan suara serak ketika mengenang ibunya.

“kami bahagia. Aku dan ibu, bersama ayah” pria di depan Sohee menganggkat kepalanya “seseorang yang sudah kuanggap seperti ayah” lanjut Sohee membenarkan ucapannya.

“ya ya” gumam pria beruban tipis itu terluka.

“aku hanya ingin menyerahkan ini, ibu bilang ini sesuatu yang sangat berharga untuk anda” Sohee meletakkan sebuah kota hijau tua di atas meja, mendorongnya pelan ke arah ‘ayahnya’.

“maaf, terlalu lama waktu yang aku butuhkan untuk mengumpulkan keberanian menemuimu” Sohee menunduk minta maaf “aku hanya tak ingin terlihat mengemis di depanmu, aku….”

“cukup, cukup. Maafkan aku, maafkan aku tak bisa menjagamu seperti ayah – ayah lainnya” Sohee mengangkat kepalanya tak percaya. Pria di depannya menggenggam erat tangannnya dan menangis terisak.

Ia tak pernah berfikir reaksi seperti ini yang akan ia terima. Ia selalu menyiapkan diri jika saja ia akan dimaki atau di sebut penipu oleh ayahnya sendiri. Hal yang selalu ia takutkan selama ini-tak diterima oleh ayah kandungnya-. Tapi sekarang ia tahu, apa yang membuat ibunya jatuh cinta dengan ayahnya. Pria ini bijaksana dan lembut.

 

 

Ponselnya berdering, bibirnya terangkat tipis. Ia mengangkat telponnya sambil menenteng susu hangat menuju balkon apartemennya. Suara gelak tawa seketika memenuhi telinga Sohee, Suzy selalu seperti itu. Gadis periang itu terus saja berkhutbah tentang sikap acuh dirinya ketika ia mengunjungi Seoul.

“apa kau sudah selesai? Aku lapar, mari kita keluar” potong Sohee. Sejenak suara di ujung sana tenang.

“baiklah, aku akan menjemputmu!!” seru Suzy senang.

ani,aku akan ke sana. Di tempat biasa bukan?” ujar Sohee, suara di ujung sana mengiyakan.

Gadis itu mengambil mantelnya, sambil beberapa kali merapikan rambut hitamnya dengan kedua tangan. Setelah mengunci apartemen ia menyusuri lorong apartemen, langkahnya terhenti ketika seorang pria tiba – tiba ambruk dan merintih kesakitan. Sohee sedikit panic, apalagi tak ada seorangpun selain dirinya di sana.

“tolong” rintih pria itu, Sohee terkesiap. Ia sadar ia bukan gadis baik, maksudnya ia selalu punya seribu alasan buruk pada setiap orang yang baru pertama ia jumpai.

‘ah, haruskah aku menolongnya?’ ‘apakah akan baik saja?’ ‘pria ini sedang tidak menipuku bukan?’

                Keputusan final ia ambil, dengan sekuat tenaga ia membopong pria itu menuju apartemennya. Cukup kesulitan memang, tubuh pria itu cukup besar dan kekar.

Gadis itu mengumpat sendiri, setelah beberapa jam yang lalu ia memutuskan untuk membohongi Suzy bahwa kleinnya tiba – tiba mengajaknya bertemu. Sekarang ia terjebak dua jam bersama pria asing itu. Setelah sempat siuman, sekarang ia yakin pria itu sedang tidur. Ya, Sohee yakin pria itu sedang tidur. Bibir gadis itu komat – kamit, sejak pagi ia belum makan. Memang pagi tadi ia keluar bertemu dengan ayahnya, tapi acara haru itu tentu saja tak bisa membangkitkan selera makannya. Sohee menggigit potongan kecil sandwich yang ia buat sambil memandang pria itu yang bergerak – gerak.

“apa kau sudah bangun?” Tanya Sohee dengan nada tinggi.

“kau tidurkan?” lanjutnya. “siapa kau? Apa maumu?”

Pria itu mengernyit, sambil beberapa kali mengusap wajahnya. Menerima bertubi – tubi pertanyaan dari Sohee pria itu hanya mendesah pelan.

“boleh aku minta sandwichmu? Aku lapar” potong pria itu sambil duduk di tempat tidur Sohee, Sohee menautkan alisnya tak percaya.

Karena tak ada respon dari Sohee pria itu beranjak. Ia berjalan menuju meja di sudut ruangan, di ikuti Sohee di belakangnya. “siapa kau sebenarnya?” Tanya Sohee kesal.

“namaku Choi Seunghyun, terima kasih telah menolongku. Salam kenal” jawab pria itu sambil menyodorkan tangannya, sedang tangan yang satunya sibuk memasukan sandwich ke dalam mulut.

“aku sedang tidak mengajakmu berkenalan, kau pria asing keluar dari apartemenku” perintah Sohee. Seunghyun tersenyum lalu mengangguk pelan.

arraseo” gumamnya beranjak pergi.

Seunghyun sudah berdiri di luar apartemen Sohee, sedang gadis itu masih menatap tajam kea rah Seunghyun. Pria itu melirik nomor apartemen Sohee kemudian tersenyum simpul.

anyeong tetangga, terima kasih. Jangan sungkan untuk berkunjung ke apartemenku” ujar Seunghyun menunjuk apartemenya di sebelah Sohee. Gadis itu mendengus kesal lalu membanting pintu apartemenya.

Bodoh, Sohee tak peduli. Meskipun mereka tetangga ia yakin mereka akan jarang sekali bertemu.

 

….

 

Seunghyun meregangkan tubuhnya ketika masuk ke dalam apartemenya. Ia bersyukur setidaknya gadis itu menolongnya, ia tak membayangkan kalau saja harus kedinginan di koridor. Baru saja ia mencoba mengencangkan kakinya ponselnya berbunyi.

“pak, kita menemukan sesuatu. Mungkin ini bisa di jadikan bukti” ucap seseorang di ujung ponsel.

“baik, aku akan kembali ke kantor sekarang” sahut Seunghyun semangat, seolah energinya mulai terisi kembali.

Ia bahkan melupakan membasuh wajahnya, masih dengan kemeja yang sama ia segera mengambil jas baru di almari. Ia mengunci apartemen miliknya, melirik sebentar apartemen Sohee lalu segera beranjak pergi. Senyum tipis tersungging di sana, sebelum akhirnya tubuhnya terbenam di dalam lift.

 

…..

Iklan

2 thoughts on “You & I – 1

  1. Bang tol situ detektif ??? Jaksa ??? Dan napa situ ambruk sakit ????? Part kedua segera kn unn trus yg hard to love kpn lanjut ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s